AIR MATA

Baru aku sadari, ternyata air mata begitu mencintaiku dengan sangat hebatnya. 

Ia kerap datang tanpa pernah bisa kuduga kapan waktu itu tiba.

Dia memelukku sedemikian erat dengan menyematkan kesedihan dan menitipkan kepedihan.

Bisiknya, "jagalah, karena aku akan membersihkan seluruh hatimu hingga tak akan pernah lagi ada luka yang mampu membuatmu berdarah."

"Terima kasih, airmata. 

Terima kasih untuk setiamu. 

Aku tak akan lagi menyekamu bila datang nanti."


#ediary🥀


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Àku, Kopi dan Rokok, serta Senyumanmu